Tentang Masa Depan dan Plotpoint Publishing

Tahun lalu, setelah menyelesaikan naskah Pantai Kupu-kupu, saya ngobrol dengan Lea. Saya menyebutkan berbagai lembaga penerbitan dan menanyakan kesannya tentang mereka. Tentu saja penerbit-penerbit yang besar dan sudah lama berdiri memiliki kesan yang baik, juga memberikan semacam rasa aman—dan terjamin, meski dalam kadar yang relatif—karena mereka punya pengalaman. Mereka tahu medan. Lebih tahu daripada penerbit-penerbit baru yang masih meraba.

Tapi ada satu hal yang menarik: kami sama-sama memiliki kesan positif tentang Plotpoint Publishing, yang relatif baru. Saya sendiri sudah follow akun Twitter mereka sejak sebelum jadi penerbit. Saya juga pernah mendengar Gina S Noer, editor in chief mereka, diwawancara di Hard Rock FM, dan mendapat kesan segar. Menurut saya, dia keren.

“Dalam dunia penerbitan,” kata Lea, “Plotpoint tuh… hipster banget.”

Yang sebenarnya dia maksud bukan hipster—kata itu, dalam perkembangannya, lebih banyak mengandung konotasi negatif ketimbang positif—melainkan hip. Up-to-date, well-informed tentang ide-ide, tren, musik, sastra, dan segala perkembangan terbaru.

Dan saya setuju.

Saya kirimkan Pantai Kupu-kupu ke mereka.

Pertimbangan saya ini: saya tahu benar bahwa jenis tulisan saya akan sangat cocok untuk diterbitkan oleh penerbit yang memberikan rasa alternatif (mengingat dunia sastra tanah air begitu monoton, jauh tertinggal dari apa yang tengah berlangsung di dunia dalam hal variasi dan dinamika). Mainstream tak jadi soal—Plotpoint memfokuskan diri untuk menerbitkan cerita-cerita remaja, yang tentu saja mainstream—selama itu alternative mainstream.

Singkat cerita, naskah saya diterima. Saya main ke kantor mereka. Saya bertemu Mbak Gina S Noer dan Mbak Amelya Oktavia, general manager mereka. Saya bekerja dengan seorang editor hebat bernama Ninus Andarnuswari.

Saya suka semua yang saya kerjakan dengan mereka. Saya mendapat kesan bahwa mungkin mereka tidak menguasai dunia penerbitan hari ini, tapi mereka adalah penguasa masa depan.

Saya melihat mereka sebagai penerbit seperti saya melihat diri saya sebagai penulis. Mereka muda, visioner, dan bersemangat. Orang yang mengerti akan dengan jelas melihat bahwa mereka punya kualitas untuk mengubah sesuatu. Semuanya hanya perkara waktu. Dan bertahan tanpa menjadi luntur.

Tentu saja masalah bisa terjadi. Ada seniman yang baru sukses justru setelah dia mati. Ada penulis yang berhenti menulis karena tak diberi tempat oleh industri dan kembali ketika industri berubah dan menjadi sukses. JK Rowling ditolak dua belas kali. Agatha Christie menulis setiap hari selama empat tahun hingga buku pertamanya akhirnya diterbitkan. Danielle Steel baru terkenal setelah buku keenamnya.

Ini industri kreatif.

Dan ini Indonesia.

Itu membuat segalanya lebih sulit.

Tapi orang seperti saya tidak cuma satu. Penerbit seperti Plotpoint tak akan selamanya sendiri. Ada tekanan dari generasi baru. Industri akan berubah ketika regenerasi berjalan—dan memang berjalan, meski lamban. Pada waktunya nanti, semua akan baik-baik saja.

Saya selalu percaya saya adalah penguasa masa depan. Dan penerbit seperti Plotpoint akan selalu menjadi mitra saya.

Advertisements

4 thoughts on “Tentang Masa Depan dan Plotpoint Publishing

  1. Gue inget, nggak seperti penulis debut lainnya, elo sangat-sangat selektif dalam memilih penerbit. Elo nggak sekedar mikir “Asal ada yang mau nerbitin buku gue”. Semuanya lo pertimbangkan, lo cari tahu kelebihannya, visi, misi, dan punya image yang seperti apa di mata publik.

    Pada dasarnya, bisa dibilang, elo yang memilih Plot Point, dan bukan Plot Point yang memilih elo. Dan syukurnya, Plot Point bukan pilihan yang salah 🙂

    Semoga, Plot Point bisa reinkarnasi, suatu hari nanti.

    1. Mungkin yang paling tepat itu saling memilih–gue milih Plotpoint, Plotpoint juga milih gue, kayak pacaran gitu. Dan iya, mereka bukan pilihan yang salah karena gue ketemu orang-orang hebat di situ. Gue juga berharap yang terbaik untuk mereka 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s