Paradise

Dalam film The Beach, Richard, yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio, bilang begini: “Semua orang ingin melakukan hal berbeda, tapi pada akhirnya melakukan yang sama juga.”

Kata-kata itu dia ucapkan kepada dua temannya ketika dia baru saja menemukan peta menuju pulau rahasia, yang melegenda di kalangan para traveler dan dipercayai sebagai paradise. Singkat cerita, ketiga anak muda itu berkemas dan berangkat.

Ini film yang rating-nya jelek di IMDB dan Rotten Tomatoes, dihajar habis-habisan oleh para kritikus, tapi entah bagaimana, saya menyukainya. Malah, saya sudah nonton berkali-kali. Barangkali karena ini semacam pernyataan dari para traveler generasi saya (90-an). Mungkin juga karena film ini mewakili semangat muda saya.

Barangkali.

Mungkin.

Tapi coba kamu pikir: bukankah kita semua menginginkan eksistensi pulau rahasia semacam itu? Bukankah kita semua mendambakan suatu getaway yang dapat kita kunjungi ketika muak dengan dunia? Bukankah kita semua memimpikan sebuah paradise, setemporer apa pun itu?

Waktu kecil, saya dan teman-teman lelaki kerap menjelajahi gang-gang kecil, berharap menemukan tempat persembunyian rahasia. Teman-teman perempuan masuk ke kamar dan bicara kepada boneka ketika sedih. Tujuh belas tahun ke atas, saya nyetir mobil malam-malam, masuk ke jalan tol, dan menatap lampu-lampu. Setahun terakhir, saya traveling selama delapan bulan.

Saya punya saudara sepupu dari Amsterdam yang, begitu lulus SMA, jalan-jalan keliling Indonesia dan kerja di Australia selama setahun dengan work and holiday visa sebelum akhirnya kembali ke negara asalnya untuk kuliah. Saya punya seorang teman yang berhenti kerja, masuk ke pedalaman Kalimantan, dan menjadi guru bahasa Inggris bagi anak-anak desa selama setengah tahun sebelum kembali lagi ke Jakarta dan melanjutkan aktivitasnya yang biasa.

Bagi saya, kita tidak harus selalu tancap gas. Adakalanya kita perlu mengambil jeda untuk berpikir: apa kita benar-benar melakukan yang kita mau, yang membuat kita bahagia. Kita semua orang bebas. Orang Indonesia. Paradise tidaklah di luar jangkauan.

 

*Tulisan ini dimuat di situs Plotpoint Publishing

Advertisements

3 thoughts on “Paradise

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s